Bandung, 6 Maret 2010

  1. Pada tanggal 6 Maret 2010 sekitar 40 orang terdiri dari para pengusaha zeolit, Tim-10, dan
    pengurus IZI Periode 2009-2012 berkumpul di Bandung membahas berbagai hal berkaitan
    dengan permasalahan yang dihadapi oleh para pengusaha zeolit dan usulan untuk
    mengatasi permasalahan tersebut.
  2. Indonesia memiliki cadangan zeolit yang sangat besar dengan kualitas yang baik. Sampai
    saat ini belum diketahui dengan akurat jumlah cadangan, penyebaran, dan kualiatasnya.
    Perlu dilakukan inventarisasi sehingga masyarakat dan pemerintah memperoleh informasi
    yang akurat. Hasil inventarisasi perlu disampaikan ke Kementerian ESDM dan
    Kementerian Perdagangan dan Industri agar diketahui potensinya. Zeolit mempunyai
    prospek yang baik jika diolah dengan tepat dan dimanfaatkan sesuai dengan sifat-sifatnya.
    Untuk mencapai tujuan itu penelitian dan inovasi kreatif sangat dibutuhkan.
  3. Banyak penelitian zeolit yang tidak dapat dimanfaatkan oleh pengusaha zeolit. Padahal
    hanya melalui riset yang berkualitas, manfaat dan nilai zeolit akan dapat dieksploitasi.
    Diusulkan IZI bersama-sama para pengusaha zeolit membentuk Dewan Penilai untuk
    mendorong para peneliti agar dapat menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan para
    pengusaha.
  4. Berbagai permasalahan yang dihadapi para pengusaha zeolit antara lain masalah perijinan
    yang sulit, standarisasi yang kurang dipercaya, metode penetapan KTK yang tidak baku,
    criteria kualitas zeolit, kurangnya dukungan pemerintah, kurang promosi, kurang
    penelitian bermutu yang link dengan para pengusaha, metodologi penambangan, dll.
  5. Perijinan usaha penambangan, pengolahan, dan perdagangan saat ini masih rumit dan
    kadang-kadang tumpang tindih. Perlunya penyerderhanaan ijin ke Pemda, Kementerian
    Perdagangan dan Perindustrian, dll dalam hal penambangan, pengolahan, dan
    perdagangan produk zeolit.
  6. Penetapan kualitas zeolit yang hanya didasarkan pada nilai KTK dirasa kurang fair.
    Penetapan kualitas perlu mempertimbangkan manfaatnya. Persyaratan zeolit yang baik
    jika mempunyai KTK di atas 100 meq/100g sangat sulit dicapai. Kriteria itu perlu ditinjau
    kembali dan disesuaikan dengan kondisi zeolit di Indonesia. Diusulkan untuk meninjau
    ulang atau mengusulkan SNI yang berkaitan dengan kualitas zeolit.
  7. Metode analisis KTK zeolit yang berbeda menghasilkan nilai KTK yang sangat berbeda.
    Perlu ditetapkan metode analisis zeolit yang standar sehingga siapapun dan instansi
    manapun yang menganalisi zeolit akan memperoleh hasil yang sama. Diusulkan adanya
    revisi atau rancangan baru mengenai metode analisis KTK.
  8. Kurangnya kebijakan pemerintah untuk mendukung pengembangan industri zeolit di
    Indonesia. Minta pemerintah memberikan kebijakan yang memihak dan mendorong
    kepada pengusaha zeolit.
  9. Mendata para pengusaha zeolit yang berkaitaan dengan jenis, jumlah, produk yang
    dihasilkan agar bilamana ada permintaan zeolit dengan kualifikasi tertentu dalam jumlah
    besar akan dengan mudah dapat dikoordinasikan.
  10. Menghimbau agar para pengusaha zeolit lebih kreatif mengembangkan produk-produk
    zeolit yang bernilai lebih tinggi dari hanya sekedar zeolit yang digiling. Misalnya zeolt
    sebagai bahan penjernih air, sebagai bahan katalis produk industri, mengembangkan zeolit
    sintesis, dll.
  11. Hasil pertemuan di Bandung yang berkaitan dengan para peneliti akan dibahas lebih
    mendalam oleh para peneliti zeolit dalam pertemuan di Bogor untuk selanjutnya akan
    dibahas dalam pertemuan dengan para pemangku kepentingan di Jakarta.